Konsep Ibadah Yang Sejati Berdasarkan Surat Roma 12:1-2 Dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Pada Masa Kini

Bagikan:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Telegram

Judul : Konsep Ibadah Yang Sejati Berdasarkan Surat Roma 12:1-2 Dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Pada Masa Kini
ISBN : 978-602-53675-0-2
Penulis : Erwan Wijaya
Editor : Yan J.B. Parrangan ; Mindo J. Pangaribuan
Penyunting : Andrew P. L.tobing ; Suardin Gaurifa
Tahun : 2018

Sinopsis :
Kita sering melihat orang yang datang kegereja tidak tahu apa yang harus dilakukan disana, sehingga sering terjadi Jemaat yang datang tidak merasakan perubahan apa-apa disaat pulang beribadah, buku ini ditulis untuk memberikan petunjuk tetang permasalahan yang ada, maka tujuan penulisan buku ini adalah untuk menganalisis dan menafsirkan pengajaran tentang ibadah yang sejatih menurut Roma 12:1-2.

Mengimplementasikan pengajaran tentang ibadah dalam kehidupan orang percaya pada masa kini, penulis menggunakan metode penelitian naskah Alkitab yaitu: Metode analisis kitab, dalam hal ini menggunakan metode penelitian yang mencakup teologi eksegesis dan kajian Alkitab untuk memahami teks yang sesuai dengan konsep yang ada dalam surat Roma 12:1-2. Dan menggunakan metode penelitian literatur. Komparasi, yaitu mengadakan perbandingan-perbandingan untuk melihat kesamaan atau perbedaan pengajaran tentang ibadah yang Sejatih Berdasarkan hasil uraian penulis dalam buku ini mengenai pengajaran tentang ibadah yang sejatih berdasarkan surat Roma 12:1-2 dan aplikasinya dalam kehidupan orang percaya pada masa kini.

Setiap orang percaya harus mengerti dasar-dasar ibadah orang percaya yaitu darah Yesus yang telah dicurahkan bagi umat manusia yang juga telah menjadi pengganti korban persembahan untuk datang menghampiri Allah dan Yesus sebagai Imam Besar. Dalam ibadah setiap orang percaya harus memiliki sikap hati yang tulus iklhas, keyakinan iman, hati yang sudah dibasuh dan berpegang pada pengakuan pengharapan pada Yesus. Dalam ibadah, setiap orang percaya harus memiliki hati yang menyembah karena penyembahan adalah hal yang paling utama untuk menyatakan hormat dan tunduk kepada Allah atas karyaNya bagi hidup orang percaya. Dalam ibadah, setiap orang percaya harus hidup dalam kekudusan, karena dalam kekudusanlah orang percaya layak dihadapan Allah, oleh sebab itu orang percaya harus senantiasa diperbarui hidupnya melalui kebenaran Firman Allah. Soli Deo Gloria.